Rabu, 01 Mei 2013


Karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, makalah seminar, atau naskah ilmiah untuk dimuat di jurnal mengharuskan penulisan abstrak. Dalam makalah atau naskah ilmiah abstrak biasanya ditempatkan sesudah judul naskah dengan maksud untuk memberikan gambaran secara ringkas tentang isi naskah. Oleh karena itu, abstrak sering juga disebut ringkasan singkat (short summary). Informasi di dalam abstrak diharapkan dapat memotivasi pembaca untuk membaca isi naskah secara utuh. Dengan perkatan lain abstrak diharapakn dapat menggoda dan meyakinkan pembaca bahwa isi naskah itu menarik dan penting dibaca. Isi abstrak memberikan informasi yang menjadi bahan pertimbanngan bagi pembaca untuk melanjutkan atau tidak membaca keseluruhan isi naskah.
Setiap biasanya mempersyaratkan peulisan abstrak untuk setiap naskah yang diterbitkan. Penulis naskah pada umumnya telah melengkap naskah mereka dengan abstrak yang dimaksud walaupun belum semua dalam bahasa Inggris. Dari abtrak-abstrak yang disusun penulisnya itu, terlihat beberapa masalah sehingga perlu penataan kembali atau bahkan kadang-kadang harus disusun dan ditulis. Masalah yang dimaksud adalah, pertama terlalu panjang. Abstrak disusun dalam beberapa paragaraf sehingga berupa ringkasan isi naskah. Kedua, terlalu rinci dengan memuat hal-hal yang tidak diperlukan dalam abstrak misalnya, penjelasan tentang metodologi penelitian, rumus-rumus yang dipakai dalam pengolahan data, serta hasil, kesimpulan, dan saran yang lengkap. Ketiga, terlalu singkat sehingga tidak memberikan informasi yang mendorong pembaca untuk membaca naskah itu lebih lanjut. Misalnya, tidak menyebutkan masalah dan hasil penelitian sama sekali. Keempat, tidak memuat hal-hal yang pokok dalam isi naskah sungguhpun telah memberikan uraian yang cukup panjang, sehingga tidak memberikan daya tarik untuk membacanya lebih lanjut. Kelima, bahasa Ingggris yang dipergunakan tidak informatif, karena kesalahan-kesalahan dalam pemilihan kata dan tata bahasa.

Berikut adalah salah satu contoh pembuatan abstrak :

Abstrak:

Mengingat pentingnya matematika, maka sangat diharapkan siswa sekolah menengah untuk menguasai pelajaran matematika SMU. Karena di samping matematika sebagai sarana berpikir ilmiah yang sangat diperlukan oleh siswa, juga untuk mengembngkan kemampuan berpikir logiknya. Matematika juga diperlukan untuk menunjanng keberhasilan belajar siswa dalam menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk itu diperlukan metode mengajar berlandaskan permasalahan yang merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mengajarkan proses-proses berpikir tingkat tinggi, membeantu siswa memproses informasi yang telah dimilikinya, dan siswa membangun sendiri pengetahuannya tentang dunia sosial dan fisik di sekelilingnya. Untuk mengukur proses hasil belajar mengajar diperlukan tes pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mengajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa yang tyergatung pada ragam tes, setelah mengurangi pengaruh linear sikap siswa terhadap matematika. Kata kunci: Metode mengajar, Ragam Tes, Hasil belajar matematika siswa dan Sikap siswa terhadap matematika (Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Desember 2006. Edisi Khusus; hlm 1)

2 komentar:

  1. Bisa buat referensi nich . . . bentar lagi skripsi . . hehe . . .

    BalasHapus
  2. oke gan , semangat semangat :D

    BalasHapus